• Penjadwalan Proses Sistem Operasi

    MAKALAH
    PENJADWALAN PROSES PADA SISTEM OPERASI






    Penyusun

    Ahmad Pujianto
    10116392









    SISTEM OPERASI
    UNIVERSITAS GUNADARMA
    2017/2018









    KATA PENGANTAR


    Assalamu'alaikum Wr.Wb. Puji serta syukur Alhamdulillah saya panjatkan kehadirat Allah S.W.T atas rahmat, nikmat, karunia serta hidayah-Nya berupa ilmu pengetahuan yang tak ternilai harganya kepada penulis. , karena dengan Karunia dan rahmat-Nya lah saya dapat menyusun makalah mengenai Penjadwalan Proses pada Sistem Operasi. Tanpa Karunia dan rahmat-Nya, mungkin saya tidak menyelesaikan makalah ini secara maksimal.
    Makalah ini telah saya susun dengan maksimal dan dengan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu, saya menyampaikan banyak terima kasih kepada pihak pihak yang telah membantu saya dalam pembuatan serat penyusunan makalah ini.
    Terlebih lagi, saya sadar bahwa masih banyak kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tutur kata dalam makalah ini. Oleh karena itu, saya mengharapkan adanya kritik serta saran dari pembaca agar saya dapat memperbaiki makalah makalah ini serta yang akan saya buat di masa mendatang.
    Akhir kata, saya berharap semoga makalah yang sudah saya susun ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi Bagi pembaca sekalian.








    Jakarta, 10 April 2018



    Penyusun










    DAFTAR ISI

     KATA PENGANTAR................................................................................ 2
    DAFTAR ISI ............................................................................................ 3
    BAB 1 PENDAHULUAN ......................................................................... 4
              1.1 Latar Belakang ...................................................................... .4
              1.2 Tujuan Pembelajaran.............................................................. 5
              1.3 Manfaat Penulisan...................................................................4
    BAB 2 ISI.................................................................................................5
              2.1 Penjadwalan Proses................................................................5
              2.2 Strategi Penjadwalan...............................................................6
              2.3 Algoritma dalam Penjadwalan Proses…………………..………8
    BAB 3 PENUTUP....................................................................................11
              3.1 Kesimpulan.............................................................................11
    DAFTAR PUSTAKA ................................................................................12








    BAB I
    PENDAHULUAN

            1.1   LATAR BELAKANG

    Penjadwalan merupakan kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme di sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan sistem komputer. Proses penjadwalan yang akan dibahas disini adalah proses penjadwalan sistem operasi  WINDOWS XP. Proses adalah keadaan ketika sebuah program sedang di eksekusi. Saat komputer berjalan, terdapat banyak proses yang berjalan secara bersamaan. Sebuah proses dibuat melalui system call create-process yang membentuk proses turunan ( child process) yang dilakukan oleh proses induk ( parent process). Proses turunan tersebut juga mampu membuat proses baru sehingga semua proses ini pada akhirnya membentuk pohon proses.


    1.2   TUJUAN PEMBELAJARAN

    1.mendeskripsikan pengertan penjadwalan proses sistem operasi
    2.mendeskripsikan konsep dari penjadwalan sistem operasi
    3.mengetahui berbagai algoritma pada penjadwalan sistem operasi


    1.3   MANFAAT PENULISAN

    1.Dapat memahami pengertian dari penjadwalan proses sistem operasi
    2.dapat memahami tipe tipe penjadwalan dalam sistem operasi
    3.dapat menjelaskan konsep dasar penjadwalan sistem operasi





    BAB II
    ISI

    2.1 PENJADWALAN PROSES

    A.Pengertian Penjadwalan Proses
     Penjadwalan merupakan kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme di sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan sistem komputer. Proses penjadwalan yang akan dibahas disini adalah proses penjadwalan sistem operasi WINDOWS XP.
    Sasaran atau tujuan utama penjadwalan proses optimasi kinerja menurut kriteria tertentu. dimana kriteria untuk mengukur dan optimasi kerja penjadwalan antara lain :
    •        Agar semua pekerjaan memperoleh pelayanan yang adil (firness).
    •        Agar pemakaian prosesor dapat dimaksimumkan.
    •        Agar waktu tanggap dapat diminimumkan.
    •        Agar pemakaian sumber daya seimbang.
    •        Turn arround time, waktu sejak program masuk ke system sampai proses selesai.
    •        Efesien, proses tetap dalam keadaan sibuk tidak menganggur.
    •            Agar terobosan (thoughput) dapat dimaksimumkan.


    Terdapat 3 tipe penjadwal berada secara bersama-sama pada sistem operasi yang kompleks, yaitu:

    • Penjadwal jangka pendek (short term scheduller)Bertugas menjadwalkan alokasi pemroses di antara proses-proses ready di memori utama Penjadwalan dijalankan setiap terjadi pengalihan proses untuk memilih proses berikutnya yang harus dijalankan.

    • Penjadwal jangka menengah (medium term scheduller)Setelah eksekusi selama suatu waktu, proses mungkin menunda sebuah eksekusi karena membuat permintaan layanan masukan/keluaran atau memanggil suatu system call. Proses-proses tertunda tidak dapat membuat suatu kemajuan menuju selesai sampai kondisi-kondisi yang menyebabkan tertunda dihilangkan. Agar ruang memori dapat bermanfaat, maka proses dipindah dari memori utama ke memori sekunder agar tersedia ruang untuk proses-proses lain. Kapasitas memori utama terbatas untuk sejumlah proses aktif. Aktivitas pemindahan proses yang tertunda dari memori utama ke memori sekunder disebut swapping. Proses-proses mempunyai kepentingan kecil saat itu sebagai proses yang tertunda. Tetapi, begitu kondisi yang membuatnya tertunda hilang dan dimasukkan kembali ke memori utama dan ready.

    • Penjadwal jangka panjang (long term scheduller)Penjadwal ini bekerja terhadap antrian batch dan memilih batch berikutnya yang harus dieksekusi. Batch biasanya adalah proses-proses dengan penggunaan sumber daya yang intensif (yaitu waktu pemroses, memori, masukan/keluaran), program-program ini berprioritas rendah, digunakan sebagai pengisi (agar pemroses sibuk) selama periode aktivitas job-job interaktif rendah.










    2.2 STRATEGI DALAM PROSES PENJADWALAN

    Terdapat 2 strategi dalam penjadwalan, yaitu :

    Penjadwalan nonpreemptive (run-to-completion). Yaitu saat proses diberi jatah layanan pemrosesan, pemroses tidak dapat mengambil alih proses lain sampai proses itu selesai. Non-preemptive juga disebut run-to-completion karena proses yang telah dijadwalkan akan dijalankan sampai selesainya atau proses tersebut meminta layanan masukan/keluaran.

    Penjadwalan preemptive. Adalah  Saat proses pemberian jatah layanan pemrosesan, maka pemroses dapat mengmbil alih proses lain yang mempunyai prioritas lebih tinggi berdasarkan kriteria sistem itu. Pada penjadwalan ini, proses dapat diambil alih oleh proses lain yang sebelumnya yang seharus nya selesai dan dilanjutkan menunggu jatah waktu layanan pemroses tiba kembali pada proses itu. Proses yang disela ini berubah menjadi state Ready.

    Penjadwalan preemptive berguna pada sistem yakni proses-proses yang perlu mendapat perhatian/ tanggapan pemroses secara cepat. Misalnya :
    1. Pada sistem-sistem waktu nyata, kehilangan interupsi (yaitu interupsi tidak segera dilayani) dapat berakibat fatal
    2. Pada sistem-sistem interatif timesharing, penjadwalan preemptive penting agar dapat menjamin waktu tanggap yang memadai.



    ·      Penghitungan ulang dari task yang memiliki prioritas yang dinamis berlangsung ketika task telah menyelesaikan waktu kuantumnya dan akan dipindahkan ke expired array. Jadi, ketika ada dua larik ( array) ditukar, semua task di array aktif yang baru ditentukan prioritasnya yang baru dan disesuaikan juga time slices-nya.

    Windows XP menggunakan algoritma, prioritas penjadwalan quantum-based berbasis reemptive priority scheduling .




    Threads dijadwalkan dalam proses, Karena prioritas preemptive algoritma diimplementasikan dengan beberapa queue, dapat dianggap sebagai algoritma multiple feedback-queue . Namun, masing-masing Threads biasanya terbatas pada kelompok kecil dari 5 level prioritas,
    Preemption dapat terjadi karena salah satu dari 4 alasan:

    • thread menjadi prioritas lebih tinggi-siap
    • thread berakhir
    • kuantum habis waktu
    • thread melakukan panggilan sistem pemblokiran, seperti untuk I / O, dalam hal ini meninggalkan keadaan ready menjadi keadaan menunggu.


    ·       32 tingkat prioritas digunakan, di mana prioritas 31 merupakan prioritas tertinggi dan prioritas 0 adalah prioritas terendah
    •      memori manajemen thread: prioritas 0
    •     variabel kelas prioritas (1-15)
    •     real-time kelas prioritas (16-31)
    •     Threads di kelas real-time telah tetap prioritasnya.
    •     Threads yang berjalan selalu dengan tingkat prioritas tertinggi.
    •     Jika tidak ada thread yang ready, Threads idle dijalankan.
    •     Ketika waktu quantum thread habis, prioritasnya diturunkan, tetapi prioritasnya tidak pernah diturunkan terlalu jauh.
    •     Ketika Threads menjadi ready setelah keadaan menunggu, maka diberikan prioritas tertinggi setiap threads dari proses yang terkait dengan program yang saat ini pengguna gunakan diberikan prioritas lebih.






    2.3 ALGORITMA DALAM PENJADWALAN PROSES


    Algorima ini merupakan proses antrian, yang mana proses akan mendapatkan jatah waktu sebesar time quantum. Jika waktu quantumnya selesai maka prosesnya pun selesai. Proses ini merupakan proses yang adil karena tidak ada proses yang didahulukan, semua proses mendapatkan jatah waktu yang sama yaitu 1/n.
    Permasalahan utama pada Round Robin adalah menentukan besarnya time quantum. Jika time quantum yang ditentukan terlalu kecil, maka sebagian besar proses tidak akan selesai dalam 1 quantum. Hal ini tidak baik karena akan terjadi banyak switch, padahal CPU memerlukan waktu untuk beralih dari suatu proses ke proses lain (disebut dengan context switches time). Sebaliknya, jika time quantum terlalu besar, algoritma Round Robin akan berjalan seperti algoritma first come first served yang mana yang dating dahulu akan dilayani terlebih dahulu.Time quantum yang ideal adalah jika 80% dari total proses memiliki CPU burst time yang lebih kecil dari 1 time quantum.

    Gambar Urutan Kejadian Algoritma Round Robin



    Multiple Feedback Queue (MFQ)

    Algoritma ini merupakan algoritma yang mengizinkan proses untuk pindah antrian. Jika suatu proses menyita CPU terlalu lama, maka proses itu akan dipindahkan ke antrian yang lebih rendah. Hal ini akan sangat menguntungkan karena akan menggunakan waktu yang sedikit dalam pengerjaan proses-proses tersebut. Demikian pula dengan proses yang menunggu lama maka prose ini akan dinaikkan ke tingkat yang lebih tinggi. Dengan begitu CPU akan bekerja dengan penuh dan M/K dapat terus sibuk. Semakin rendah tingkatnya, panjang CPU burst proses juga semakin panjang.
    Gambar Multilevel Feedback Queue




    Shortest Remaining First (SRF)

    Pada algoritma ini setiap proses yang ada di ready queue akan dieksekusi berdasarkan burst time terkecil. Hal ini mengakibatkan waiting time yang pendek untuk setiap proses dan karena hal tersebut maka waiting time rata-ratanya juga menjadi pendek, sehingga dapat dikatakan bahwa algoritma ini adalah algoritma yang optimal.

    Tabel Contoh Shortest Job First



    Contoh: Ada 4 buah proses yang datang berurutan yaitu P1 dengan arrival time pada 0.0 ms dan burst time 7 ms, P2 dengan arrival time pada 2.0 ms dan burst time 4 ms, P3 dengan arrival time pada 4.0 ms dan burst time 1 ms, P4 dengan arrival time pada 5.0 ms dan burst time 4 ms. Hitunglah waiting time rata-rata dan turnaround time dari keempat proses tersebut dengan mengunakan algoritma SJF. Average waiting timerata-rata untuk ketiga proses tersebut adalah sebesar (0 +6+3+7)/4=4 ms.

    Higest Ratio Next (HRN)
    Higest Ratio Next (HRN) Merupakan penjadwalan untuk mengoreksi kelemahan SJFyang berprioritas dinamis. HRN Adalah strategi penjadwalan dengan prioritas proses tidak hanya merupakan fungsi waktu layanan,tetapi juga jumlah waktu tunggu proses. Begitu proses mendapat jatah pemroses, maka proses berjalan sampai selesai. Prioritas dinamis HRN dihitung berdasarkan rumus berikut : Prioritas = (waktu tunggu + waktu layanan ) / waktu layanan. Karena waktu layanan muncul sebagai pembagi, maka job lebih pendek berprioritas lebih baik, karena waktu tunggu sebagai pembilang, maka proses yang telah menunggu lebih lama juga mempunyai kesempatan lebih bagus. Mengapa algoritma ini disebut HRN karena waktu tunggu ditambah waktu layanan adalah waktu tanggap, yang berarti waktu tanggap tertinggi yang harus dilayani.

    Priority Schedulling (PS)
    Priority Scheduling merupakan algoritma penjadwalan yang mendahulukan proses yang memiliki prioritas tertinggi. Setiap proses memiliki prioritasnya masing-masing.
    Prioritas suatu proses dapat ditentukan melalui beberapa karakteristik antara lain:
    1.       Time limit.
    2.       Memory requirement.
    3.       Akses file.
    4.       Perbandingan antara burst M/K dengan CPU burst.
    5.       Tingkat kepentingan proses.
    Priority scheduling juga dapat dijalankan secara preemptive maupun non preemptive. Pada preemptive, jika ada suatu proses yang baru datang memiliki prioritas yang lebih tinggi daripada proses yang sedang dijalankan, maka proses yang sedang berjalan tersebut dihentikan, lalu CPU dialihkan untuk proses yang baru datang tersebut. Sementara itu, pada non-preemptive, proses yang baru datang tidak dapat menganggu proses yang sedang berjalan, tetapi hanya diletakkan di depan queue.
    Kelemahan pada priority scheduling adalah dapat terjadinya indefinite blocking( starvation). Suatu proses dengan prioritas yang rendah memiliki kemungkinan untuk tidak dieksekusi jika terdapat proses lain yang memiliki prioritas lebih tinggi darinya. Solusi dari permasalahan ini adalah aging, yaitu meningkatkan prioritas dari setiap proses yang menunggu dalam queue secara bertahap. Contoh: Setiap 10 menit, prioritas dari masing-masing proses yang menunggu dalam queue dinaikkan satu tingkat. Maka, suatu proses yang memiliki prioritas 127, setidaknya dalam 21 jam 20 menit, proses tersebut akan memiliki prioritas 0, yaitu prioritas yang tertinggi (semakin kecil angka menunjukkan bahwa prioritasnya semakin tinggi).

    Guaranteed Scheduling (GS)
    Penjadwalan ini memberikan janji yang realistis (memberi daya pemroses yang sama) untuk membuat dan menyesuaikan performance adalah jika ada N pemakai, sehingga setiap proses (pemakai) akan mendapatkan 1/N dari daya pemroses CPU. Untuk mewujudkannya, sistem harus selalu menyimpan informasi tentang jumlah waktu CPU untuk semua proses sejak login dan juga berapa lama pemakai sedang login. Kemudian jumlah waktu CPU, yaitu waktu mulai login dibagi dengan n, sehingga lebih mudah menghitung rasio waktu CPU. Karena jumlah waktu pemroses tiap pemakai dapat diketahui, maka dapat dihitung rasio antara waktu pemroses yang sesungguhnya harus diperoleh, yaitu 1/N waktu pemroses seluruhnya dan waktu pemroses yang telah diperuntukkan proses itu. Rasio 0,5 berarti sebuah proses hanya punya 0,5 dari apa yang waktu CPU miliki dan rasio 2,0 berarti sebuah proses hanya punya 2,0 dari apa yang waktu CPU miliki. Algoritma akan menjalankan proses dengan rasio paling rendah hingga naik ketingkat lebih tinggi diatas pesaing terdekatnya. Ide sederhana ini dapat diimplementasikan ke sistem real-time dan memiliki penjadwalan berprioritas dinamis.






    BAB III
    PENUTUP


    Penjadwalan merupakan kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme di sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan sistem komputer. 
    asaran atau tujuan utama penjadwalan proses optimasi kinerja menurut kriteria tertentu. dimana kriteria untuk mengukur dan optimasi kerja penjadwalan antara lain :
    •        Agar semua pekerjaan memperoleh pelayanan yang adil (firness).
    •        Agar pemakaian prosesor dapat dimaksimumkan.
    •        Agar waktu tanggap dapat diminimumkan.
    •        Agar pemakaian sumber daya seimbang.
    •        Turn arround time, waktu sejak program masuk ke system sampai proses selesai.
    •        Efesien, proses tetap dalam keadaan sibuk tidak menganggur.
    •            Agar terobosan (thoughput) dapat dimaksimumkan.
    s         pada sistem operasi ada tiga tipe penjadwalan , yaitu penjadwalan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang
    s         
               sedangkan penjadwalan nya dibagi menjadi dua ,yaitu non-preemtive dan penjadwalan secara preemtive 
               




     DAFTAR PUSTAKA




  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Halaman

A Great Young Coach

this writing was made to fulfill the task of Business English 2# written by: Ahmad Pujianto(10116392) 4KA07 Khairul Masyuri, born in Ja...