BAB I
PENDAHULUAN
perkembangan dalam bidang teknologi informasi dan
komunikasi (TIK) yang demikian pesat telah mempengaruhi dan mengubah tatanan
kehidupan masyarakat kita, baik pada aspek sosial, ekonomi, budaya, kesehatan,
maupun pendidikan. Tidak ada satu pun bidang kehidupan masyarakat saat ini
terlepas dari efek teknologi informasi dan komunikasi. Kalaupun ada, itu pun
memang bidang yang membahas tentang ketradisionalan atau mungkin membahas
tentang kearifan lokal suatu wilayah.
Dunia pendidikan dan pembelajaran adalah salah
satu bidang yang tidak bisa lepas dari dampak teknologi informasi dan
komunikasi. Hampir seluruh komponen dari sistem pendidikan dan pembelajaran
dipengaruhi oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, baik itu
komponen tujuan, materi atau isi, sumber belajar, strategi, dan juga komponen
evaluasinya. Semua itu, secara nyata akan berdampak pada bagaimana proses
belajar dan pembelajaran yang dialami oleh para peserta didik. Artinya, proses
belajar dan pembelajaran bagi peserta didik di era TIK ini harus memperhatikan
berbagai perubahan dan perkembangan yang terjadi.
Modal utama dari SIP adalah perkembangan dan
keberagaman informasi pendidikan yang membentuk suatu aktivitas berjalan dengan
lancar dan dinamik. Keadaan dunia pendidikan yang semakin maju dan juga
perkembangan teknologi computer yang semakin canggih adalah penyebab
diterapkannya sistem informasi pendidikan berbasis computer. Setidaknya
aplikasi computer dalam sistem informasi pendidikan dapat dikelompokkan ke
dalam sistem pengolahan data pendidikan, sistem pendukung keputusan pendidikan,
dan sistem informasi eksekutif. Teknologi pendidikan sebagai sebuah
disiplin telah menetapkan diri untuk fokus pada upaya membantu memecahkan
masalah belajar dan pembelajaran pada manusia. Sementara itu permasalahan
belajar dan pembelajaran akan tetap ada selama manusia itu ada. Ini berarti,
teknologi pendidikan juga akan terus ada selama masih ada manusia. Dengan
menggunakan logika yang sama, maka dapat disimpulkan bahwa teknologi pendidikan
dapat berkiprah di berbagai tempat dan waktu, karena permasalahan belajar dan
pembelajaran akan selalu muncul di berbagai tempat dan waktu.
BAB II
PEMBAHASAN
APA YANG MENJADI TUNTUTAN MASA DEPAN
Perubahan dan perkembangan tata kehidupan masyarakat dan dunia kerja sebagai akibat dari dimanfaatkannya teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat, menjadikan tuntutan masa depan terhadap tenaga kerja termasuk terhadap para teknolog pendidikan akan semakin kompleks, dan cenderung sulit diprediksi. Hal ini tentunya juga akan berpengaruh terhadap penyiapan tenaga terampil dan ahli dalam bidang teknologi pendidikan, khususnya terkait dengan kompetensi yang harus dikuasai dan terutama terhadap proses pembelajaran dalam memfasilitasi mereka menguasai kompetensi yang ditetapkan.
Untuk mengidentifikasi berbagai tantangan tersebut, dalam tulisan ini akan dianalisis berbagai tantangan dan tuntutan di masa depan dalam 2 perspektif, yaitu pertama dilihat dari perspektif tuntutan masyarakat dan dunia kerja di Era Global; kedua terkait dengan berbagai tren perubahan dan perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (khususnya teknologi informasi dan komunikasi) yang mempengaruhi bidang keahlian TP.
Perubahan dan perkembangan tata kehidupan masyarakat dan dunia kerja sebagai akibat dari dimanfaatkannya teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat, menjadikan tuntutan masa depan terhadap tenaga kerja termasuk terhadap para teknolog pendidikan akan semakin kompleks, dan cenderung sulit diprediksi. Hal ini tentunya juga akan berpengaruh terhadap penyiapan tenaga terampil dan ahli dalam bidang teknologi pendidikan, khususnya terkait dengan kompetensi yang harus dikuasai dan terutama terhadap proses pembelajaran dalam memfasilitasi mereka menguasai kompetensi yang ditetapkan.
Untuk mengidentifikasi berbagai tantangan tersebut, dalam tulisan ini akan dianalisis berbagai tantangan dan tuntutan di masa depan dalam 2 perspektif, yaitu pertama dilihat dari perspektif tuntutan masyarakat dan dunia kerja di Era Global; kedua terkait dengan berbagai tren perubahan dan perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (khususnya teknologi informasi dan komunikasi) yang mempengaruhi bidang keahlian TP.
A. Pengertian
TIK
Terdapat banyak pengertian mengenai
TIK atau Teknologi informasi dan komunikasi, diantaranya dipaparkan sebagai
berikut :
1. Menurut Eric
Deeson, Harper Collins Publishers, Dictionary of Information Technology,
Glasgow,UK,1991 bahwa teknologi informasi adalah kebutuhan manusia
didalam mengambil dan memindahkan , mengolah dan memproses informasi dalam
konteks sosial yang menguntungkan diri sendiri dan masyarakat secara
keseluruhan.
2. Menurut Puskur
Diknas Indonesia, Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan
Teknologi Komunikasi.
a. Teknologi
Informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan dengan
proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
b. Teknologi
Komunikasi adalah segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat
bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
Dari penjelasan diatas dapat
disimpulkan bahwa Teknologi Informasi dan
Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang
mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait
dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi
antar media.
B. Perkembangan
TIK dalam bidang pendidikan
Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK) sebagai bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi secara umum adalah
semua teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan,
penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. Jika dilihat pada saat
sekarang ini perkembangan teknologi informasi terutama di Indonesia semakin
berkembang. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi dapat memudahkan
kita untuk belajar dan mendapatkan informasi yang kita butuhkan dari mana saja,
kapan saja, dan dari siapa saja. Dalam dunia pendidikan perkembangan teknologi
informasi mulai dirasa mempunyai dampak yang positif karena dengan
berkembangnya teknologi informasi dunia pendidikan mulai memperlihatkan
perubahan yang cukup signifikan. Banyak hal yang dirasa berbeda dan berubah
dibandingkan dengan cara yang berkembang sebelumnya. Saat sekarang ini jarak
dan waktu bukanlah sebagai masalah yang berarti untuk mendapatkan ilmu,
berbagai aplikasi tercipta untuk memfasilitasinya.
C. Peranan
TIK dalam Pendidikan
Terdapat 6 peranan TIK dalam
bidang pendidikan, antara lain :
1. TIK sebagai skill dan kompetensi
1. TIK sebagai skill dan kompetensi
· Penggunaan
TIK harus proporsional maksudnya TIK bisa masuk ke semua lapisan
masyarakat tapi sesuainya dengan porsinya masing-masing.
2. TIK sebagai infratruktur
pembelajaran
· Tersedianya
bahan ajar dalam format digital
· The
network is the school
· Belajar
dimana saja dan kapan saja
3. TIK sebagai sumber bahan belajar
· Ilmu
berkembang dengan cepat
· Guru-guru
hebat tersebar di seluruh penjuru dunia
· Buku
dan bahan ajar diperbaharui secara kontinyu
· Inovasi
memerlukan kerjasama pemikiran
· Tanpa
teknologi, pembelajaran yang up-to-date membutuhkan waktu yang lama
4. TIK sebagai alat bantu dan
fasilitas pembelajaran
· Penyampaian
pengetahuan mempertimbangkan konteks dunia nyata
· Memberikan
ilustrasi berbagai fenomena ilmu pengetahuan untuk mempercepat penyerapan bahan
ajar
· Pelajar
melakukan eksplorasi terhadap pengetahuannya secara lebih luas dan mandiri
· Akuisisi
pengetahuan berasal dari interaksi mahasiswa dan guru
· Rasio
antara pengajar dan peserta didik sehingga menentukan proses pemberian
fasilitas
5. TIK sebagai pendukung manajemen
pembelajaran
· Tiap
individu memerlukan dukungan pembelajaran tanpa henti tiap harinya
· Transaksi
dan interaksi interaktif antar stakeholder memerlukan pengelolaan back office
yang kuat
· Kualitas
layanan pada pengeekan administrasi ditingkatkan secara bertahap
· Orang
merupakan sumber daya yang bernilai
6. TIK sebagai sistem pendukung
keputusan
· Tiap
individu memiliki karakter dan bakat masing-masing dalam pembelajaran
· Guru
meningkatkan kompetensinya pada berbagai bidang ilmu
· Profil
institusi pendidikan diketahui oleh pemerintah.
D. Dampak
Positif dan Negatif TIK dalam Pendidikan
Dampak Positif Teknologi Informasi dan
Komunikasi di bidang pendidikan:
1. Informasi
yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan
pendidikan.
2. Inovasi
dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang
semakin memudahkan proses pendidikan.
3. Kemajuan
TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis
teleconference yang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada
dalam satu ruangan.
4. Sistem
administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar
karena penerapan sistem TIK.
Tuntutan Kompetensi di Era
Global
Sebagai bagian dari warga dunia, kita tidak bisa melepaskan diri dari situasi, kondisi, dan juga tuntutan masyarakat dunia, agar kita bisa eksis dan berpartisipasi aktif bagi perkembangan dunia. Untuk itu kita harus menyadari betul apa yang menjadi tuntutan mereka. Pada tataran global, terdapat tuntutan kompetensi yang jelas yang harus dimiliki oleh setiap individu untuk dapat eksis dalam percaturan kehidupan dunia. Hal tersebut dapat kita lihat dari pandangan Jonathan Anderson dalam buku “ICT Transforming Education: A Regional Guide”, yang diterbitkan oleh UNESCO Bangkok, tentang prestasi akademik yang menjadi tuntutan masa depan, yaitu memiliki karakter sebagai pemikir, memiliki etos kerja yang tinggi sehingga produktif, memiliki keterampilan berkomunikasi, melek teknologi dan informasi.
Pada bagian lain, dengan esensi yang sama, Anderson menegaskan terdapat lima tuntutan teratas bagi para pekerja di era global, yaitu mereka (para pekerja) harus memiliki kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah, memiliki kemampuan mengaplikasikan teknologi informasi dan komunikasi, mampu bekerja sama dalam tim atau berkolaborasi, kreatif dan inovatif, serta memiliki pemahaman akan keragaman (diversity).
Pemikiran lain yang lebih detail dan patut dipertimbangkan dalam melihat kompetensi yang harus dimiliki oleh “tenaga kerja” kita di era global adalah apa yang disampaikan oleh The North Central Regional Educational Laboratory (U.S.). Lembaga ini menegaskan terdapat sejumlah keterampilan yang dibutuhkan di abad 21, yaitu:
Sebagai bagian dari warga dunia, kita tidak bisa melepaskan diri dari situasi, kondisi, dan juga tuntutan masyarakat dunia, agar kita bisa eksis dan berpartisipasi aktif bagi perkembangan dunia. Untuk itu kita harus menyadari betul apa yang menjadi tuntutan mereka. Pada tataran global, terdapat tuntutan kompetensi yang jelas yang harus dimiliki oleh setiap individu untuk dapat eksis dalam percaturan kehidupan dunia. Hal tersebut dapat kita lihat dari pandangan Jonathan Anderson dalam buku “ICT Transforming Education: A Regional Guide”, yang diterbitkan oleh UNESCO Bangkok, tentang prestasi akademik yang menjadi tuntutan masa depan, yaitu memiliki karakter sebagai pemikir, memiliki etos kerja yang tinggi sehingga produktif, memiliki keterampilan berkomunikasi, melek teknologi dan informasi.
Pada bagian lain, dengan esensi yang sama, Anderson menegaskan terdapat lima tuntutan teratas bagi para pekerja di era global, yaitu mereka (para pekerja) harus memiliki kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah, memiliki kemampuan mengaplikasikan teknologi informasi dan komunikasi, mampu bekerja sama dalam tim atau berkolaborasi, kreatif dan inovatif, serta memiliki pemahaman akan keragaman (diversity).
Pemikiran lain yang lebih detail dan patut dipertimbangkan dalam melihat kompetensi yang harus dimiliki oleh “tenaga kerja” kita di era global adalah apa yang disampaikan oleh The North Central Regional Educational Laboratory (U.S.). Lembaga ini menegaskan terdapat sejumlah keterampilan yang dibutuhkan di abad 21, yaitu:
1. Mereka harus melek
digital
Tuntutan ini ditandai oleh sejumlah indikator yaitu mereka yang melek fungsional, melek visual, melek ilmiah, melek teknologi, melek informasi, melek budaya, dan memiliki kesadaran global.
Tuntutan ini ditandai oleh sejumlah indikator yaitu mereka yang melek fungsional, melek visual, melek ilmiah, melek teknologi, melek informasi, melek budaya, dan memiliki kesadaran global.
2. Mereka harus memiliki
kemampuan berpikir penemuan (kreatif dan inovatif)
Tuntutan ini ditandai oleh dimilikinya kemampuan beradaptasi, khususnya dalam dunia yang saling bergantung dan kompleks; memiliki rasa ingin tahu yang besar, sehingga mendorong dirinya untuk terus mencari dan menemukan sesuatu yang baru; memiliki kemampuan berpikir kreatif, yaitu kemampuan menggunakan imajinasi untuk menciptakan sesuatu yang baru; dan berani mengambil resiko, dalam hal ini mereka tidak takut salah dalam menciptakan sebuah inovasi.
Tuntutan ini ditandai oleh dimilikinya kemampuan beradaptasi, khususnya dalam dunia yang saling bergantung dan kompleks; memiliki rasa ingin tahu yang besar, sehingga mendorong dirinya untuk terus mencari dan menemukan sesuatu yang baru; memiliki kemampuan berpikir kreatif, yaitu kemampuan menggunakan imajinasi untuk menciptakan sesuatu yang baru; dan berani mengambil resiko, dalam hal ini mereka tidak takut salah dalam menciptakan sebuah inovasi.
3. Mereka harus memiliki
kemampuan berpikir tingkat tinggi dan rasional
Tuntutan ini diindikasikan oleh dimilikinya kemampuan berpikir yang kreatif dalam memecahkan masalah dan berpikir logis yang menghasilkan sesuatu yang berguna. Kemampuan ini menjadi prasyarat untuk dapat berkembang secara optimal, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat dan juga sebagai profesional dalam bidang teknologi pendidikan.
Tuntutan ini diindikasikan oleh dimilikinya kemampuan berpikir yang kreatif dalam memecahkan masalah dan berpikir logis yang menghasilkan sesuatu yang berguna. Kemampuan ini menjadi prasyarat untuk dapat berkembang secara optimal, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat dan juga sebagai profesional dalam bidang teknologi pendidikan.
4. Mereka harus memiliki
kemampuan berkomunikasi yang efektif
Tuntutan ini ditunjukkan oleh kemampuan mereka dalam kerja kelompok, dimilikinya keterampilan interpersonal, mampu dan mau bekerjasama (kolaboratif), memiliki tanggung jawab personal dan sosial, serta mampu berkomunikasi secara efektif dan interaktif. Implikasi dari tuntutan ini adalah bahwa setiap individu harus belajar menguasai bahasa internasional dengan baik, karena bahasa adalah alat berkomunikasi, dan belajar berpikir runtut dan logis, karena komunikasi yang efektif dipengaruhi oleh cara kita berpikir.
Tuntutan ini ditunjukkan oleh kemampuan mereka dalam kerja kelompok, dimilikinya keterampilan interpersonal, mampu dan mau bekerjasama (kolaboratif), memiliki tanggung jawab personal dan sosial, serta mampu berkomunikasi secara efektif dan interaktif. Implikasi dari tuntutan ini adalah bahwa setiap individu harus belajar menguasai bahasa internasional dengan baik, karena bahasa adalah alat berkomunikasi, dan belajar berpikir runtut dan logis, karena komunikasi yang efektif dipengaruhi oleh cara kita berpikir.
5. Mereka harus memiliki
produktivitas yang tinggi
Untuk itu tentunya mereka harus menunjukkan karaktersitik individu yang produktif, yang berimplikasi pada dimilikinya perilaku yang juga produktif. Untuk melihat apakah seseorang memiliki karakteristik dan perilaku produktif, kita dapat mencermati indikatornya sebagaimana diungkapkan oleh Gilmore (1974), Erich Fromm (1975), yaitu tindakannya konstruktif, percaya pada diri sendiri, bertanggung jawab, memiliki rasa cinta terhadap pekerjaan, mempunyai pandangan ke depan, mampu mengatasi persoalan dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berubah-ubah, mempunyai kontribusi positif terhadap lingkungannya (kreatif, imaginative,dan inovatif), dan memiliki kekuatan untuk mewujudkan potensinya
Mencermati tuntutan kompetensi yang harus dimiliki oleh tenaga kerja kita di era global sebagaimana diuraikan di atas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa para tenaga kerja di era global dituntut untuk memiliki kompetensi yang komprehensif, yang merupakan kombinasi antara softskill dan hardskill.
Untuk itu tentunya mereka harus menunjukkan karaktersitik individu yang produktif, yang berimplikasi pada dimilikinya perilaku yang juga produktif. Untuk melihat apakah seseorang memiliki karakteristik dan perilaku produktif, kita dapat mencermati indikatornya sebagaimana diungkapkan oleh Gilmore (1974), Erich Fromm (1975), yaitu tindakannya konstruktif, percaya pada diri sendiri, bertanggung jawab, memiliki rasa cinta terhadap pekerjaan, mempunyai pandangan ke depan, mampu mengatasi persoalan dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berubah-ubah, mempunyai kontribusi positif terhadap lingkungannya (kreatif, imaginative,dan inovatif), dan memiliki kekuatan untuk mewujudkan potensinya
Mencermati tuntutan kompetensi yang harus dimiliki oleh tenaga kerja kita di era global sebagaimana diuraikan di atas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa para tenaga kerja di era global dituntut untuk memiliki kompetensi yang komprehensif, yang merupakan kombinasi antara softskill dan hardskill.
BAB III
KESIMPULAN
Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang terus, bahkan dewasa ini
berlangsung dengan pesat. Perkembangan itu bukan hanya dalam hitungan tahun,
bulan, atau hari, melainkan jam, bahkan menit atau detik, terutama berkaitan
dengan teknologi informasi dan komunikasi yang ditunjang dengan teknologi
elektronika. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi dapat
memudahkan kita untuk belajar dan mendapatkan informasi yang kita butuhkan dari
mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. Pengaruhnya meluas ke berbagai
bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan.
Dalam dunia pendidikan perkembangan teknologi informasi mulai dirasa mempunyai dampak yang positif karena dengan berkembangnya teknologi informasi dunia pendidikan mulai memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan. Akan tetapi semua itu tidak terlepas dari sisi negatifnya. Menyikapi keadaan ini, maka peran pendidikan sangat penting untuk mengembangkan dampak positif dan memperbaiki dampak negatifnya. Pendidikan tidak antipati atau alergi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun sebaliknya menjadi subyek atau pelopor dalam pengembangannya.
Dalam dunia pendidikan perkembangan teknologi informasi mulai dirasa mempunyai dampak yang positif karena dengan berkembangnya teknologi informasi dunia pendidikan mulai memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan. Akan tetapi semua itu tidak terlepas dari sisi negatifnya. Menyikapi keadaan ini, maka peran pendidikan sangat penting untuk mengembangkan dampak positif dan memperbaiki dampak negatifnya. Pendidikan tidak antipati atau alergi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun sebaliknya menjadi subyek atau pelopor dalam pengembangannya.
DAFTAR PUSTAKA:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar