Review Jurnal
Judul Jurnal: Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Pengguna NArkoba Dengan Menggunakan Metode Bayes
Penulis: Ismail Syaputra
Sumber : https://www.ilmuskripsi.com/2016/06/jurnal-sistem-pakar-diagnosa-pengguna.html
Latar Belakang Jurnal
Narkoba adalah zat yang dapat menimbulkan pengaruh tertentu bagi mereka yang menggunakannya dengan cara memasukkan obat tersebut ke dalam tubuhnya, pengaruh tersebut berupa pembiasan, hilangnya rasa sakit rangsangan, semangat dan halusinasi. Dengan timbulnya efek halusinasi inilah yang menyebabkan kelompok masyarakat terutama di kalangan remaja ingin menggunakan narkoba meskipun tidak menderita apa-apa. Hal inilah yang mengakibatkan terjadinya penyalahgunaan narkoba. Penyalahgunaan narkoba pada remaja terjadi karena faktor pengaruh kondisi keluarga dan lingkungan. Dalam hal ini kondisi keluarga ditandai dengan keutuhan keluarga, kesibukan orang tua, hubungan interpersonal antar keluarga, dapat merupakan faktor yang berperan serta pada penyalahgunaan narkoba. Selain pada keluarga, lingkungan seperti halnya lingkungansekolah yang tidak baik dapat menciptakan siswa tidak terbebas dari pengaruh narkoba dan dapat meningkatkan jumlah pengguna narkoba di kalangan remaja.
Untuk mengetahui jenis narkoba yang digunakan berdasarkan gejala ataupun ciri-ciri dari pengguna narkoba, maka diperlukan suatu sistem pakar (expert system) yang berfungsi untuk menggantikan peranan pihak kepolisian dalam menangani kenakalan remaja yang dilatarbelakangi oleh penyalahgunaan narkoba. Sistem pakar tersebut dapat mengetahui ciri-ciri dan jenis narkoba yang digunakan oleh pengguna narkoba. Sistem pakar (expert system) adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Ide dasarnya adalah kepakaran ditransfer dari seorang pakar ke komputer, pengetahuan yang ada disimpan dalam komputer, dan pengguna dapat berkonsultasi pada komputer itu untuk suatu nasehat, lalu komputer dapat mengambil inferensi atau menyimpulkannya, seperti layaknya seorang pakar, kemudian menjelaskannya ke pengguna tersebut, sistem pakar terkadang lebih baik cara kerjanya dari pada seorang pakar manusia.
Metode Bayes merupakan metode yang baik didalam mesin pembelajaran berdasarkan data training, dengan menggunakan probabilitas bersyarat sebagai dasarnya. Metode Bayes juga merupakan suatu metode untuk menghasilkan estimasi parameter dengan menggabungkan informasi dari sampel dan informasi lain yang telah tersedia sebelumnya. Keunggulan utama dalam penggunaan Metode Bayes adalah penyederhanaan dari cara klasik yang penuh dengan integral untuk memperoleh model marginal.
Metode Penelitian Jurnal
Menggunakan Metode BayesTujuan Penulisan Jurnal
Adapun tujuan penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui jenis narkoba yang digunakan berdasarkan gejala dari pengguna narkoba.
2. Untuk menerapkan metode bayes dalam mendiagnosa pengguna narkoba
3. Untuk merancang program aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa pengguna narkoba dengan menerapkan metode Bayes ?
1. Untuk mengetahui jenis narkoba yang digunakan berdasarkan gejala dari pengguna narkoba.
2. Untuk menerapkan metode bayes dalam mendiagnosa pengguna narkoba
3. Untuk merancang program aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa pengguna narkoba dengan menerapkan metode Bayes ?
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :
1. Dapat membantu masyarakat awam untuk mengenal jenis narkoba berdasarkan gejala dari pengguna narkoba .
2. Dapat mempermudah proses identifikasi atau mempermudah pihak-pihak terkait dalam mendiagnosa pengguna narkoba.
3. Dapat membantu masyarakat mengetahui bahaya penggunaan narkoba.
1. Dapat membantu masyarakat awam untuk mengenal jenis narkoba berdasarkan gejala dari pengguna narkoba .
2. Dapat mempermudah proses identifikasi atau mempermudah pihak-pihak terkait dalam mendiagnosa pengguna narkoba.
3. Dapat membantu masyarakat mengetahui bahaya penggunaan narkoba.
Review Pembahasan Jurnal
Landasan Teori
1 SistemMenurut Tata Sutarbi dalam bukunya Sistem Informasi Management (2005:9) sistem adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama–sama untuk mencapai tujuan tertentu. Menurut Tata Sutarbi dalam bukunya Sistem Informasi Management (2005:11) Model umum sebuah sisten adalah input proses dan output. Hal ini merupakan konsep sebuah sistem yang sangat sederhana sebab sebuah sistem dapat mempunyai beberapa masukan dan keluaran. Selain itu, sebuah sistem memiliki karakteristik atau sifat- sifat tertentu yang mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu sistem.2 PakarPakar atau ahli ialah seseorang yang banyak dianggap sebagai sumber tepercaya atas teknik maupun keahlian tertentu yang bakatnya untuk menilai dan memutuskan sesuatu dengan benar, baik sesuai dengan aturan dan status oleh sesamanya ataupun khayalak dalam bidang khusus tertentu. Lebih umumnya, seorang pakar ialah seseorang yang memiliki pengetahuan ataupun kemampuan luas dalam bidang studi tertentu. Para pakar dimintai nasihat dalam bidang terkait mereka, namun mereka tidak selalu setuju dalam kekhususan bidang studi. Melalui pelatihan, pendidikan, profesi, publikasi, maupun pengalaman, seorang pakar dipercaya memiliki pengetahuan khusus dalam bidangnya di atas ratarata orang, di mana orang lain bisa secara resmi mengandalkan pendapat pribadi.
3 Sistem PakarMenurut Muhammad Arhami dalam bukunya Konsep Dasar Sistem Pakar (2005:3). Sistem pakar adalah salah satu cabang dari AI yang membuat penggunaan secara luas knowledge yang khusus untuk penyelesaian masalah tingkat manusia yang pakar. Seorang pakar adalah orang yang mempunyai keahlian dalam bidang tertentu, yaitu pakar yang mempunyai knowledge atau mampu dalam bidang yang dimilikinya. Ketika sistem pakar yang dikembangkan pertama kali sekitar 70-
an sistem pakar hanya berisi knowledge yang eksklusif. Namun demikian sekarang ini istilah sistempakar sering digunakan untuk berbagai macam sistem yang menggunakan teknologi sistem pakar itu.
4.Konsep Dasar Sistem PakarPengetahuan dari suatu sistem pakar mungkin dapat direpresentasikan dalam sejumlah cara. Salah satu metode yang paling umum untuk merepresentasikan pengetahuan adalah dalam bentuk tipe aturan (rule) If…Then (Jika…Maka)
5 Struktur Sistem Pakar
Sistem pakar terdiri dari dua bagian pokok, yaitu lingkungan pengembangan (development environtment) dan lingkungan konsultasi (consultation environtment). Lingkungan pengembangan sistem pakar digunakan untuk memasukkan pengetahuan pakar ke dalam lingkungan sistem pakar, sedangkan lingkungan konsultasi digunakan oleh pengguna yang bukan pakar guna memperoleh pengetahuan pakar.
Kelebihan Jurnal
1.Pembahasan berdasarkan masalah yang krusial di negara ini
2.Solusi yang diberikan menggunakan teknologi yang mutakhir
3.Analisa masalah dan data dan sistem terbilang lengkap
4.User interface dari program yang cukup sederhana
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya, maka dapat disimpulkan
bahwa :
1. Sistem pakar ini menggunakan metode bayes yang proses pencarian solusinya berdasarkan nilai probabilitas hipotesa dan probabilitas evidence. Pada aplikasi ini, setiap gejala akan merujuk pada satu kesimpulan yakni berupa hasil diagnosa.
2. Sistem pakar ini menghasilkan berupa hasil diagnosa yang disertai dengan nilai-nilai pada perhitungan masing-masing narkoba tersebut serta penelusuran diagnosa dari gejala- gejala narkoba yang diderita.
3. Penulis dapat merancang aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa gejala narkoba yang ditimbulkan dengan menggunakan metode bayes.
bahwa :
1. Sistem pakar ini menggunakan metode bayes yang proses pencarian solusinya berdasarkan nilai probabilitas hipotesa dan probabilitas evidence. Pada aplikasi ini, setiap gejala akan merujuk pada satu kesimpulan yakni berupa hasil diagnosa.
2. Sistem pakar ini menghasilkan berupa hasil diagnosa yang disertai dengan nilai-nilai pada perhitungan masing-masing narkoba tersebut serta penelusuran diagnosa dari gejala- gejala narkoba yang diderita.
3. Penulis dapat merancang aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa gejala narkoba yang ditimbulkan dengan menggunakan metode bayes.
Saran
Adapun saran-saran yang dikemukaan
adalah sebagai berikut :
1. Penambahan solusi berupa obat-obatan yang dibutuhkan apabila gejala telah ddiagnosa.
2. Penambahan metode lain untuk mengatasi kesulitan kepastian data dalam diagnosa, dikarenakan metode bayes hanya menentukan probabilitas dari suatu gejala narkoba yang ditimbulkan .
3. Tampilan sistem pakar yang dibangun masih tampak sederhana, sehingga dapat dikembangkan lebih baik dan lebih menarik lagi seperti diracang kedalam sebuah web ataupun mobile.
adalah sebagai berikut :
1. Penambahan solusi berupa obat-obatan yang dibutuhkan apabila gejala telah ddiagnosa.
2. Penambahan metode lain untuk mengatasi kesulitan kepastian data dalam diagnosa, dikarenakan metode bayes hanya menentukan probabilitas dari suatu gejala narkoba yang ditimbulkan .
3. Tampilan sistem pakar yang dibangun masih tampak sederhana, sehingga dapat dikembangkan lebih baik dan lebih menarik lagi seperti diracang kedalam sebuah web ataupun mobile.
Daftar Pustaka
1. Arhami, Muhammad, Konsep Dasar Sistem Pakar, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2005.
2. Kusrini, Sistem Pakar Teori dan Aplikasi, Penerbit Andi Offset, Yogyakarta, 2006.
3. Sutojo,T., Kecerdasan Buatan, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2011
4. Sri Kusumadewi, Artificial Intelligence (Teknik dan Aplikasinya), Penerbit Graha Ilmu, 2003.2. Kusrini, Sistem Pakar Teori dan Aplikasi, Penerbit Andi Offset, Yogyakarta, 2006.
3. Sutojo,T., Kecerdasan Buatan, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2011
5. Hendrayudi, Dasar-dasar Pemrograman Microsoft Visual Basic, Penerbit PT.Sarana Tutorial Nurani Sejahtera, 2011.
6. Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia, Mengenal Penyalahgunaan Narkoba, 2012.
7. Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia, Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba, 2012
Nama : Ahmad Pujianto
Kelas: 3KA07
NPM: 10116392
Tidak ada komentar:
Posting Komentar