AUDIT
TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI
PERILAKU
AUDITOR DAN TAHAPAN-TAHAPAN KERJA AUDITOR TEKNOLOGI
DISUSUN
OLEH:
Ahmad Pujianto (10116392)
Arya Zulfikar Tetuko (11116125)
Rian Febriansyah (16116297)
SISTEM
INFORMASI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2019/2019
ABSTRAK
Salah satu hal yang digunakan
dalam menilai kinerja sebuah teknologi sistem informasi adalah audit. Audit
yaitu pemeriksaan terhadap peralatan, program, aktivitas, dan prosedur untuk menentukan
efisiensi dari kinerja keseluruhan sistem terutama untuk menjamin integritas
dan keamanan data. Audit teknologi
informasi diperlukan agar pengendalian kesalahan akan dapat di minimalisir dan
dapat di ketahui lebih dahulu. Ketika terjadi kesalahan cepat di lakukan
penanggulangan sehingga tidak terjebak dalam kesalahan yang lama. Pengendalian
harus di lakukan demi kebaikan organisasi atau perusahaan, dan dengan adanya
audit dapat membantu menemukan celah kesalahan. Sebisa mungkin tidak ada celah
sedikit pun yang dapat merugikan perusahaan. Audit dibagi menjadi dua jenis,
yaitu audit internal dan audit eksternal. Dalam melakukan audit, seorang atau
tim auditor memiliki beberapa tahapan-tahapan kerja yang harus diikuti oleh
sang auditor.
Kata kunci: audit sistem informasi, audit
internal, audit eksternal.
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat
dan karunia-Nya, makalah audit teknologi sistem informasi dapat terselesaikan
dengan baik.
Makalah ini diharapkan akan membantu pembaca untuk memahami apa itu
audit, dan tahapan-tahapan dalam meng-audit sebuah sistem. Selain itu, dalam
makalah ini juga terdapat pengertian audit menurut para ahli, dan beberapa
bahasan mengenai audit itu sendiri.
Akhir kata, kami ucapkan terimakasih kepada pihak terkait yang telah
banyak membantu dalam penyusunan makalah ini hingga makalah ini dapat
diselesaikan dengan baik. Meskipun kami mengakui bahwa makalah ini masih
memiliki banyak kekurangan dari segi tata bahasa ataupun penulisan yang kurang
berkenan, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya. Kami berharap, semoga
makalah ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran bagi pemula yang ingin
lebih memahami mengenai audit.
Depok, 14 Oktober 2019
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL ............................................................................ i
ABSTRAK.............................................................................................
ii
KATA
PENGANTAR..........................................................................
iii
DAFTAR
ISI.........................................................................................
iv
1.
PENDAHULUAN.............................................................................
5
1.1
Latar Belakang...........................................................................
5
1.2
Rumusan Masalah......................................................................
5
1.3
Tujuan Penulisan........................................................................
5
1.4
Manfaat Penulisan......................................................................
6
1.5
Sistematika Penulisan.................................................................
6
2.
LANDASAN TEORI........................................................................
7
2.1
Pengertian Audit........................................................................
7
2.2
PengertianAudit Menurut Para Ahli..........................................
7
2.3
Jenis-jenis audit teknologi sistem informasi..............................
8
2.4
Tujuan Audit Teknologi Sistem Informasi................................
9
2.5
Tujuan Audit Teknologi Sistem Informasi Secara Teknis......... 9
2.6
Dua aspek utama tujuan audit sistem informasi.........................
10
3.
ANALISA PEMBAHASA...............................................................
11
3.1
Tahapan Kerja Audit.................................................................
11
3.2
Bagaimana TI meningkatkan pengendalian internal..................
13
3.3
Pengendalian Internal Untuk Teknologi Informasi....................
13
4. PENUTUP ........................................................................................ 14
4.1
Kesimpulan.................................................................................
14
4.2
Saran...........................................................................................
14
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Dengan semakin berkembangnya
sistem teknologi informasi, peran auditor sangat diperlukan dalam menilai dan
mencari kesalahan dalam sebuah sistem informasi. Kebutuhan akan pengambilan
keputusan Kebutuhan akan pengambilan sebuah keputusan yang cepat dan akurat,
persaingan yang ketat, serta pertumbuhan dunia usaha menuntut dukungan
penggunaan teknologi mutakhir yang kuat dan handal. Dalam konteks ini keberhasilan
organisasi akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan dalam memanfaatkan teknologi
informasi secara optimal. Sukses auditor sangat tergantung kepada kemampuan
menyumbang nilai terhadap organisasi melalui pemanfaatan teknologi informasi
secara efektif.
1.2 Rumusan
Masalah
Rumusan masalah pada makalah
ini terbatas pada perilaku auditor dan tahapan-tahapan kerja auditor, yaitu
makalah ini hanya membahas mengenai beberapa poin mengenai audit pada teknologi
sistem informasi pada perusahaan.
1.3 Tujuan
Penulisan
Adapun tujuan dari pembuatan
makalah ini yaitu untuk menyelesaikan tugas makalah Sistem Informasi, agar
mahasiswa dapat memahami dan mengerti apa yang dimaksud dengan audit sistem
informasi, agar mahasiswa dapat memahami dan mengerti apa tujuan audit sistem
informasi, agar mahasiswa dapat memahami dan mengerti bagaimana perilaku dan
tahapan kerja auditor.
1.4 Manfaat
Penulisan
Penulisan makalah Sistem
Informasi mengenai perilaku auditor dan tahapan-tahapan kerja auditor teknologi
ini memiliki manfaat yaitu agar pembaca dapat mengenal, memahami, dan mengerti
materi mengenai perilaku auditor sistem informasi serta tahapan kerjanya dan
dapat memahami proses kerja dari auditor.
1.5 Sistematika
Penulisan
Penulisan ilmiah ini, secara
garis besar dibagi menjadi empat bab dan
dengan susunan bab sebagai berikut:
1.
PENDAHULUAN
Latar
belakang persoalan dan permasalahan, rumusan masalah, tujuan penulisan, serta sistematika penulisan
akan diuraikan pada bab ini.
2.
LANDASAN TEORI
Bab ini
akan menjelaskan definisi serta istilah-istilah yang berkaitan dengan pembuatan
audit ini. Antara lain pengertian audit menurut para ahli, dan sebagainya.
3.
ANALISA PEMBAHASAN
Bab ini
akan menjelaskan mengenai audit secara menyeluruh. Mengandung perilaku audit
dan tahapan kerja auditor.
4.
PENUTUP
Kesimpulan
yang penulis ambil berdasarkan penjabaran yang telah dipaparkan pada bab
sebelumnya akan dijelaskan pada bab ini.
2. LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian
Audit
Menurut Buku Besar Bahasa
Indonesia, audit adalah pemeriksaan pembukuan tentang keuangan (perusahaan,
bank dan sebagainya) secara berkala, pengujian efektivitas keluar masuknya uang
dan penilaian kewajaran laporan yang dihasilkannya, dan pemeriksaan terhadap
peralatan, program, aktivitas dan prosedur untuk menentukan efisiensi dari
kinerja keseluruhan sistem terutama untuk menjamin integritas dan keamanan
data.
2.2
Pengertian Audit menurut para ahli
Menurut (Sukrisno Agoes,
2004) Audit adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk secara kritis dan sistematis
olleh pihak yang independen, laporan keuangan yang disusun oleh manajemen dan
catatan akuntansi dan bukti pendukung, dallam rangka memberikan pendapat atas
kewajaran laporan keuangan.
Menurut (Arens dan Loebbecke, 2003), Auditing
sebagai proses pengumpulan dan evaluasi bukti informasi yang dapat diukur pada
suatu entitas ekonomi yang kompeten dan independen untuk dapat menentukan dan
melaporkan informasi sesuai dengan kriteria yang tellah ditetapkan. Audit harus
dilakukan oleh lembaga yang independen dan berkompeten.
2.3 Jenis-jenis
audit teknologi sistem informasi
Terdapat beberapa jenis audit dalam teknologi
sistem informasi, yaitu:
1. Audit
laporan keuangan (Financial Statement Audit)
Adalah suatu review atas
kelayakan penyajian laporan keuangan yang dibuat oleh manajemen. Pemeriksaan
seperti ini tidak dilaksanakan secara detail, dan di dalam melakukan
pemeriksanaan keuangan ini, hal yang terpenting adalah pemeriksaannya harus
dilakukan sesuai dengan norma / prosedur pemeriksaan audit.
2. Audit
Operasional (Operational Audit)
Suatu pemeriksaan yang
mencakup suatu hal atau operasi tertentu yang biasanya diluar jurisdiksi
controller atau treasurer dalam suatu perusahaan / operasi. Jadi tujuan
terpenting dari audit operasional adalah menilai efisiensi dan efektivitas dari
aktivitas operasi perusahaan dengan cara melakukan review terhadap
prosedur-prosedur dan metode-metode yang dijalankan dalam perusahaan, dimana
hasil penilaiannya dapat diajukan kepada manajemen yang akan bermanfaat untuk
penyempurnaan operasi yang telah ada.
3. IS
Audit (Audit Sistem Informasi)
Yaitu pemeriksaan sistem yang
mengatur pengembangan, pengoperasian, pemeliharaan dan keamanan sistem aplikasi
dalam lingkungan tertentu. Jenis audit ini melibatkan pusat data (data centre),
sistem operasi, perangkat lunak yang digunakan, dll.
4. General
audit
Yaitu evaluasi kinerja unit
fungsional atau fungsi sistem informasi apakah sudah dikelola dengan baik.
2.4
Tujuan Audit Teknologi Sistem Informasi
Tujuan audit teknologi sistem
informasi menurut Ron Weber yaitu:
Meningkatkan keamanan aset-aset perusahaan,
meningkatkan data dan menjaga integritasi data, meningkatkan efektifitas
sistem, meningkatkan efisiensi sistem dan ekonomis.
2.5 Tujuan
Audit Teknologi Sistem Informasi Secara Teknis
Tujuan Audit Teknologi Sistem Informasi Secara
Teknis yaitu:
1.
Evaluasi
atas kesesuaian antara rencana strategis dengan rencana tahunan organisasi,
rencana tahunan dan rencana proyek.
2.
Evaluasi
atas kelayakan struktur organisasi yaitu termasuk pemisahan fungsi dan
kelayakan, pelimpahan wewennang dan otoritas.
3.
Evaluasi
atas pengelolahan personil yaitu termasuk perencanaan kebutuhan, rekrutmen dan
seleksi, pelatihan dan pendidikan, promosi,mutasi, serta terminasi personil.
4.
Evaluasi
atas pengembangan yaitu termasuk analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan,
pengujian, implementasi, migrasi, pelatihan dan dokumentasi, serta manajemen
perubahan.
5.
Evaluasi
atas kegiatan operasional yaitu termasuk pengelolaan keamanan dan kenerja
pengelolaan pusat data, pengelolaan keamanan dan kenerja jaringan data,
pengelolaan masalah dan insiden serta dukungan pengguna.
6.
Evaluasi
atas kontinuitas layanan yaitu termasuk pengelolaan backup dan recovery,
pengelolaan prosedur darurat, pengelolaan rencana pemulihan layanan, serta
pengujian rencana kontijensi operasional.
7.
Evaluasi
atas kualitas pengendalian aplikasi yaitu termasuk pengendalian input,
pengendalian proses dan pengendalian output.
8.
Evaluasi
atas kualitas data/informasi yaitu termasuk pengujian atas kelengkapan dan
akurasi data yang dimasukkan, diproses, dan dihasilkan oleh sistem informasi.
2.6. Dua
aspek utama tujuan audit sistem informasi
Dua aspek utama tujuan audit sistem informasi
yaitu:
1.
Conformance
(Kesesuaian)
Yaitu audit sistem informasi
difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kesesuaian. Seperti
kerahasiaan, integritas, ketersediaan, dan kepatuhan.
2.
Performance
(Kinerja)
Yaitu audit sistem informasi
difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kenerja seperti efektifitas,
efisiensi, dan kehandalan.
3. ANALISA PEMBAHASAN
3.1 Tahapan
kerja audit
Menurut Gallegos, dalam
bukunya yang berjudul “Audit and Control of Information System” yang mencakup
beberapa aktifitas, yaitu perencanaan, pemeriksaan lapangan, pelaporan dan tindak
lanjut. Berikut ini akan dijelaskan mengenai tahapan dari audit sistem
informasi:
1. Perencanaan (Planning)
Tahap pertama yang akan
dilakukan adalah menentukan ruang lingkup, objek yang akan diaudit, standar
evaluasi dari hasil audit dan komunikasi dari manajemen pada organisasi yang
bersangkutan dengan menganalisa visi, misi, sasaran dan tujuan objek yang
diteliti serta strategi, kebijakan-kebijakan yang terkait dengan pengolahan
investigasi.
Perencanaan meliputi beberapa aktifitas utama,
yaitu:
-
Penetapan ruang lingkup dan tujuan audit
-
Pengorganisasian tim audit
-
Pemahaman mengenai operasi bisnis klien
-
Kaji ulang hasil audit sebelumnya
-
Penyiapan program audit
2.
Pemeriksaan Lapangan (Field Work)
Pada tahap ini, hal yang akan
dilakukan adalah pengumpulan informasi yang dilakukan dengan cara mengumpulkan
data dengan pihak-pihak yang terkait. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan
berbagai metode pengumpulan data yaitu wawancara, kuisioner ataupun melakukan
survey ke lokasi penelitian.
3. Pelaporan
(Reporting)
Setelah proses pengumpulan
data, maka akan didapat data yang akan diproses untuk dihitung berdasarkan
perhitungan maturity level. Pada tahap ini yang akan dilakukan memberikan informasi
berupa hasil-hasil dari audit. Perhitungan maturity level dilakukan mengacu
pada hasil wawancara, survey, dan rekapitulasi hasil penyebaran kuisioner.
Berdasarkan hasil maturity level yang mencerminkan kinerja saat ini (current
maturity level) dan kinerja standar atau ideal yang diharapkan akan menjadi
acuan untuk selanjutnya dilakukan analisis kesenjangan. Hal tersebut
dimaksudkan untuk mengetahui kesenjangan serta mengetahui apa penyebab adanya
kesenjangan tersebut.
4. Tindak
Lanjut (Follow Up)
Pada tahap ini, yang
dilakukan adalah memberikan hasil audit berupa rekomendasi tindakan perbaikan
kepada pihak manajemen objek yang diteliti, untuk selanjutnya wewenang
perbaikan menjadi tanggung jawab manajemen objek yang diteliti apakah akan
diterapkan atau hanya menjadi acuan untuk perbaikan di masa yang akan datang.
3.2 Bagaimana
TI meningkatkan pengendalian internal
Menurut (Arens et al. 2009),
menyatakan bahwa dalam suatu pengintegrasian teknologi informasi terdapat
perubahan pengendalian internal dalam suatu sistem yang disebabkan oleh:
1.
Pengendalian komputer yang menggantikan
pengendalian manual
Keunggulan kompetitif dari suatu TI adalah
adanya kemampuan untuk menangani suatu transaksi bisnis yang kompleks dalam
jumlah besar dengan efisien.
2.
Tersedianya informasi yang berkualitas lebih
tinggi
Sebagian besar aktivitas TI yang kompleks
umumnya dikelola secara efektif karena kompleksitas itu memerlukan adanya suatu
pengaturan, prosedur dan dokumentasi yang efektif sehingga ini akan
menghasilkan informasi yang berkualitas lebih tinggi bagi manajemen dan jauh
lebih cepat dari sistem manual.
3.3 Pengendalian
Internal Untuk Teknologi Informasi
Menurut (Arens et al. 2009), ada dua kategori
pengendalian bagi sistem TI yang diuraikan dalam standar auditing terdiri dari:
-
Pengendalian
umum (general controls) diimplementasikan pada seluruh aspek fungsi TI.
-
Pengendalian
aplikasi (application controls) diimplementasikan pada pemprosesan transaksi
seperti pengendalian atas pemprosesan penjualan ataupun penerimaan kas.
4. PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dari penulisan makalah ini
dapat disimpulkan bahwa Audit Sistem Informasi adalah proses pengumpulan dan
pengevaluasian bukti-bukti untuk membuktikan dan menentukan apakah sistem
aplikasi komputerisasi yang digunakan telah menetapkan dan menerapkan sistem
pengendalian yang memadai, apakah aset organisasi sudah dilindungi dengan baik
dan tidak disalahgunakan, apakah mampu menjaga integritas data, serta
kehandalan serta efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan sistem informasi
berbasis komputer.
Konteks dalam proses audit sistem informasi ini
terbagi menjadi 3 yaitu audit sistem informasi berbasis risiko, audit sistem
informasi berbasis kendali, dan audit sistem informasi berbasis komputer.
4.2 Saran
Penulisan makalah mengenai
“Perilaku auditor dan tahapan-tahapan kerja auditor teknologi” sudah selesai
dibuat. Penulis sadari, masih banyak kekurangan pada makalah ini. Salah satu
kekurangannya adalah penulisan yang tidak terstruktur. Jadi penulis berharap,
datangnya saran dari pembaca sangat diharapkan untuk perbaikan pada penulisan
selanjutnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar